
Jakarta – Kebiasaan minum kopi ternyata bukan hanya dipengaruhi oleh jenis bijinya, tetapi juga cara penyeduhannya. Sejumlah penelitian menemukan bahwa metode seduh dapat memengaruhi kadar kolesterol sehingga ikut berdampak pada kesehatan jantung.
Banyak orang menganggap semua jenis kopi memiliki efek yang sama bagi tubuh. Padahal, kopi yang diseduh menggunakan filter dan tanpa filter memiliki kandungan senyawa yang berbeda, terutama terkait zat bernama cafestol yang berhubungan dengan peningkatan kolesterol LDL.
Merujuk pada laporan Harrison Healthcare, berikut penjelasan mengenai hubungan metode seduh kopi dengan kadar kolesterol.
1. Metode Penyeduhan Berpengaruh terhadap Kolesterol
Dalam sebuah penelitian, sebanyak 64 orang dewasa sehat diminta mengonsumsi kopi yang diseduh dengan dua metode berbeda, yaitu menggunakan filter dan tanpa filter. Pengamatan dilakukan selama beberapa minggu untuk melihat perubahan kadar kolesterol mereka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang rutin mengonsumsi kopi tanpa filter mengalami peningkatan kadar kolesterol total maupun kolesterol LDL (kolesterol jahat). Sebaliknya, kelompok yang mengonsumsi kopi dengan kertas filter tidak mengalami perubahan yang berarti.
Peneliti melaporkan bahwa konsumsi kopi tanpa filter dapat meningkatkan kadar LDL hingga sekitar 16 mg/dL, sementara kopi filter tidak memberikan efek serupa.
2. Mengapa Kopi Tanpa Filter Lebih Berisiko?
Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kandungan cafestol, yaitu senyawa alami yang terdapat pada minyak kopi.
Cafestol diketahui dapat mengganggu proses pembentukan asam empedu di hati sehingga kadar kolesterol dalam darah cenderung meningkat.
Metode seduh seperti French press, kopi tubruk, dan kopi Turki tidak menggunakan kertas penyaring, sehingga sebagian besar cafestol tetap ikut larut ke dalam minuman.
Sebaliknya, penggunaan filter kertas mampu menyaring sebagian besar minyak kopi yang mengandung cafestol sehingga kandungannya jauh lebih rendah.
3. Kandungan Cafestol Berbeda pada Tiap Metode Seduh
Teknik seduh drip coffee maupun pour-over yang menggunakan kertas filter dinilai sebagai pilihan yang lebih ramah bagi kesehatan jantung karena menghasilkan kadar cafestol paling rendah.
Sementara itu, minuman seperti espresso dan kopi dari moka pot masih mengandung cafestol karena menggunakan penyaring logam. Meski demikian, jumlahnya tetap lebih sedikit dibanding kopi yang benar-benar tanpa filter.
Adapun kopi instan hampir tidak mengandung cafestol karena telah melalui proses penyaringan saat proses produksi.
4. Jenis Biji Kopi Bukan Faktor Utama
Hingga kini belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa biji arabika maupun robusta memberikan perbedaan signifikan terhadap kadar cafestol.
Begitu pula dengan tingkat sangrai. Meski ada anggapan bahwa roasting gelap mengurangi kandungan minyak kopi, hasil penelitian masih menunjukkan temuan yang belum konsisten.
Para ahli menilai bahwa cara menyeduh kopi jauh lebih menentukan dibandingkan jenis biji ataupun tingkat sangrainya.
5. Cara Minum Kopi agar Lebih Bersahabat dengan Jantung
Bagi orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi atau ingin menjaga kesehatan jantung, memilih kopi yang diseduh menggunakan kertas filter menjadi pilihan yang lebih dianjurkan.
Selain itu, menjaga pola makan tetap penting, misalnya dengan membatasi konsumsi lemak jenuh dan memperbanyak makanan tinggi serat larut untuk membantu menurunkan kadar LDL.
Perubahan sederhana seperti mengganti metode penyeduhan kopi dinilai dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tanpa harus berhenti menikmati secangkir kopi setiap hari.
