
Jakarta – Minyak zaitun selama ini lebih dikenal sebagai bahan untuk memasak atau pelengkap salad. Namun, minyak yang berasal dari buah zaitun ini juga kerap dikonsumsi langsung karena dipercaya memberikan sejumlah manfaat, salah satunya membantu mengatasi sembelit.
Minyak zaitun memiliki beberapa jenis berdasarkan proses pengolahannya. Salah satu yang paling dikenal adalah extra virgin olive oil (EVOO), yang dibuat dengan proses minimal sehingga karakteristik dan kandungan alaminya lebih terjaga.
Selain digunakan dalam masakan, sebagian orang memilih mengonsumsi minyak zaitun secara langsung. Dikutip dari Verywell Health, konsumsi sekitar satu sendok teh hingga satu sendok makan minyak zaitun berpotensi membantu melancarkan buang air besar pada orang yang mengalami konstipasi.
Bagaimana Minyak Zaitun Membantu Pencernaan?
Efek minyak zaitun terhadap sembelit diduga berkaitan dengan sifatnya yang dapat membantu melumasi saluran pencernaan dan membuat feses lebih mudah bergerak.
Ada dua mekanisme yang sering dikaitkan dengan manfaat tersebut:
1. Membantu pergerakan usus
Minyak dapat memberikan efek pelumas pada saluran pencernaan. Kondisi ini berpotensi membantu feses yang keras bergerak lebih mudah menuju bagian akhir saluran pencernaan.
2. Membuat feses lebih lunak
Asupan minyak zaitun juga dapat membantu melunakkan feses sehingga proses buang air besar menjadi lebih mudah, terutama pada orang yang mengalami konstipasi ringan.
Selain itu, penelitian pada hewan menunjukkan asam oleat yang terdapat dalam minyak zaitun berpotensi memengaruhi fungsi penghalang usus dan komposisi bakteri baik di dalamnya. Namun, temuan tersebut belum dapat disamakan begitu saja dengan efek pada manusia.
Berapa Banyak Minyak Zaitun yang Bisa Dikonsumsi?
Belum ada dosis tunggal yang ditetapkan sebagai standar untuk mengatasi konstipasi menggunakan minyak zaitun.
Beberapa penelitian menggunakan sekitar satu sendok makan, sementara penelitian lain menunjukkan jumlah yang lebih kecil juga berpotensi memberikan efek. Karena respons tubuh setiap orang berbeda, sebaiknya tidak langsung mengonsumsi minyak zaitun dalam jumlah besar.
Sebagian sumber juga menyebut konsumsi saat perut kosong dapat memberikan efek lebih cepat. Namun, bukti mengenai waktu konsumsi yang paling efektif masih terbatas.
Efek pencahar pun tidak selalu muncul dalam waktu yang sama pada setiap orang. Pada sebagian orang, konsumsi minyak zaitun justru dapat menyebabkan rasa mulas atau keinginan buang air besar.
Tidak Semua Orang Cocok Mengonsumsinya Langsung
Bagi orang dewasa yang sehat, minyak zaitun umumnya aman jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Meski demikian, minyak zaitun tetap merupakan sumber lemak dan mengandung kalori cukup tinggi.
Karena itu, mengonsumsinya secara langsung dalam jumlah berlebihan bukan berarti manfaatnya semakin besar. Minyak zaitun juga sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari makanan, misalnya untuk salad, sayuran, atau masakan.
Kelompok tertentu perlu lebih berhati-hati, termasuk orang yang memiliki alergi terhadap buah zaitun atau produk olahannya serta mereka yang memiliki alasan medis untuk membatasi asupan lemak.
Untuk bayi dan anak-anak, penggunaan minyak zaitun sebagai cara mengatasi sembelit sebaiknya tidak dilakukan tanpa arahan tenaga kesehatan.
Jangan Jadikan Minyak Zaitun sebagai Satu-satunya Solusi
Konstipasi dapat dipengaruhi banyak hal, seperti kurang minum, rendahnya asupan serat, kurang bergerak, perubahan pola makan, maupun penggunaan obat tertentu.
Jika ingin menjaga buang air besar tetap lancar, pastikan kebutuhan cairan terpenuhi, konsumsi makanan kaya serat, dan tetap aktif bergerak.
Apabila sembelit berlangsung terus-menerus, semakin parah, atau disertai keluhan lain, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya. Minum minyak zaitun dapat menjadi salah satu pilihan bagi sebagian orang, tetapi bukan pengganti penanganan medis ketika konstipasi membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
