
Jakarta – Beberapa makanan olahan yang sering dikonsumsi sehari-hari ternyata dapat memengaruhi kesehatan jika terlalu sering disantap. Meski praktis dan mudah ditemukan, makanan ultra proses umumnya mengandung gula, tepung olahan, hingga lemak tambahan yang dapat mengganggu metabolisme tubuh.
Praktisi kesehatan asal Amerika Serikat, Eric Berg, mengingatkan bahwa sejumlah makanan yang terlihat biasa saja sebenarnya patut dibatasi konsumsinya. Melalui edukasi yang dibagikannya, ia menjelaskan bahwa pola makan tinggi makanan ultra proses dapat berdampak kurang baik bagi metabolisme apabila dikonsumsi terus-menerus.
Mengutip Fox News, berikut lima makanan yang sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi.
1. Saus tomat kemasan
Banyak orang menggunakan saus tomat sebagai pelengkap berbagai hidangan. Namun, sejumlah produk saus tomat kemasan mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi.
Eric Berg menyoroti penggunaan sirup jagung pada beberapa produk yang dapat meningkatkan asupan kalori harian tanpa disadari. Untuk pilihan yang lebih baik, ia menyarankan menggunakan saus rendah gula, tanpa tambahan gula, atau membuat saus dari bahan-bahan alami.
2. Biskuit soda
Meski sering dianggap camilan ringan, biskuit soda umumnya dibuat menggunakan tepung yang telah melalui banyak proses serta tambahan gula.
Karena kandungan seratnya rendah, makanan ini lebih cepat dicerna sehingga berpotensi menyebabkan lonjakan kadar gula darah, terutama jika dimakan dalam jumlah banyak.
Sebagai alternatif, camilan berbahan dasar kacang-kacangan atau biji-bijian dinilai lebih mengenyangkan sekaligus menawarkan kandungan nutrisi yang lebih baik.
3. Cokelat batangan
Cokelat batangan menjadi salah satu camilan favorit karena praktis dan rasanya manis. Sayangnya, banyak produk mengandung gula, lemak, serta berbagai bahan tambahan dalam jumlah tinggi.
Menurut Eric Berg, kandungan gizinya relatif rendah dibanding kadar gula dan kalorinya. Jika dikonsumsi berlebihan, makanan ini dapat memengaruhi metabolisme sekaligus meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk penyakit jantung.
4. Cone es krim
Banyak orang hanya memperhatikan es krimnya, padahal cone yang digunakan juga termasuk makanan ultra proses.
Cone umumnya dibuat dari tepung olahan, gula, dan minyak yang telah diproses sehingga nilai gizinya tidak terlalu tinggi. Saat dipadukan dengan es krim kemasan, jumlah gula dan lemak yang masuk ke tubuh pun menjadi semakin besar.
5. Makanan ultra proses tinggi gula
Selain contoh-contoh di atas, Eric Berg juga mengingatkan pentingnya membatasi berbagai makanan ultra proses yang tinggi gula tambahan dan bahan aditif.
Mengurangi konsumsi makanan jenis ini serta menggantinya dengan makanan utuh, seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan bahan segar lainnya, dinilai dapat membantu menjaga metabolisme tetap bekerja lebih optimal serta mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
