Pernah nggak sih kamu ngerasa, kalau mau bikin pesta di rumah, persiapan yang mepet itu rasanya kayak dikejar deadline skripsi? Jantung dag-dig-dug, barang-barang berantakan, dan ujung-ujungnya tamu malah nggak nyaman. Nah, kira-kira itulah kegelisahan yang lagi dirasakan oleh Arif Fathoni, Wakil Ketua DPRD Surabaya. Beliau lagi "sentil-sentil" manja nih soal persiapan Kota Pahlawan menyambut Porprov Jatim 2027.
Bayangin deh, Surabaya itu ibarat tuan rumah yang punya reputasi oke banget. Kita sering menang juara umum, tapi kali ini tantangannya bukan cuma soal siapa yang paling jago lari atau siapa yang paling kuat angkat beban. Kali ini, Surabaya harus jadi "Host" yang bikin orang-orang dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur bilang, "Wah, gila sih, keren banget kota ini!"
Bukan Cuma Soal Medali, Ini Soal "Vibe" Kota
Banyak orang mikir kalau ajang olahraga kayak Porprov itu cuma soal siapa yang bawa pulang emas, perak, atau perunggu. Padahal, kalau kita bedah lebih dalam, ini tuh sebenarnya ekosistem ekonomi yang raksasa banget. Analogi gampangnya begini: kalau ada ribuan atlet, pelatih, sampai suporter datang ke Surabaya, mereka itu bukan cuma bawa semangat kompetisi, tapi juga bawa "dompet" yang siap buat digerakin.
Hotel-hotel bakal penuh, warung kuliner khas Surabaya kayak Rawon Setan atau Sego Sambel bakal diserbu, ojek online bakal sibuk bolak-balik, dan toko oleh-oleh pasti panen raya. Kalau persiapannya cuma "ya sudahlah yang penting pertandingan jalan", ya dampaknya cuma lewat doang. Tapi kalau disiapin dengan matang, efek dominonya bisa bikin ekonomi lokal kita kayak lagi dapet booster vitamin dosis tinggi.
Apa Itu Sportainment? Kenapa Kita Harus Peduli?
Nah, ini nih poin paling menarik yang diusulkan sama Arif Fathoni. Beliau pengen Surabaya nggak pakai cara lama yang kaku. Kita harus masuk ke era Sportainment.
Dulu, nonton olahraga itu ya cuma nonton orang keringetan di lapangan. Sekarang? Orang mau nonton karena ada experience-nya. Sportainment itu gabungan antara Sport (olahraga) dan Entertainment (hiburan). Ibarat kamu pergi ke bioskop, bukan cuma buat nonton filmnya aja, tapi karena ada popcorn yang enak, kursi yang empuk, dan suasana yang bikin betah.
Kalau Porprov Jatim 2027 ini dikemas dengan konsep sportainment, maka seremoni pembukaannya nggak boleh cuma sekadar pidato panjang yang bikin ngantuk. Bayangin ada drone show yang membentuk formasi logo Surabaya di langit malam, pertunjukan multimedia yang pakai teknologi mapping di gedung-gedung bersejarah, sampai atraksi budaya yang bikin penonton merinding karena bangga. Itu baru namanya kelas dunia!
Surabaya Sebagai Panggung Utama: Menjual "City Branding"
Kalau kamu punya toko, pasti kamu pengen tampilan depan toko kamu (etalase) secantik mungkin, kan? Supaya orang yang lewat jadi tertarik buat masuk. City branding itu konsepnya mirip banget sama itu. Kalau Surabaya sukses bikin acara yang rapi, canggih, dan berkesan, secara otomatis citra kota kita di mata nasional bakal naik level.
Ini investasi jangka panjang, kawan. Kalau kita sukses bikin event regional dengan standar yang "wah", bukan nggak mungkin nantinya Surabaya jadi langganan buat event internasional. Kamu bisa cek gimana perkembangan ekonomi kreatif di Surabaya yang sebenarnya punya potensi buat jadi magnet wisata olahraga kalau dikelola dengan sentuhan modern.
Tantangan Digital: Jangan Sampai "Lag" di Tengah Jalan
Di era sekarang, teknologi itu bukan lagi barang mewah, tapi kebutuhan pokok. Kalau Porprov 2027 nggak pakai sentuhan teknologi, itu ibarat kamu main game online berat tapi koneksi internet kamu cuma 2G. Lemot, bikin emosi, dan nggak asik ditonton.
Fathoni menekankan bahwa pemanfaatan teknologi harus jadi napas utama acara ini. Mulai dari sistem tiket yang seamless pakai aplikasi, sampai live streaming yang kualitasnya kayak siaran liga top Eropa. Kita punya banyak anak muda kreatif di Surabaya yang jago bikin konten dan aplikasi. Kenapa nggak mereka yang dikasih panggung buat ngelola ini semua? Ini kesempatan buat kolaborasi antara pemerintah, atlet, dan komunitas kreatif.
Kenapa Persiapan Harus Dimulai "Sekarang", Bukan "Nanti"?
Banyak orang punya penyakit "SKS" alias Sistem Kebut Semalam. Tapi, buat skala Porprov, kalau kamu ngerjainnya mepet, hasilnya pasti bakal "kelihatan banget capeknya". Sarana prasarana, renovasi stadion, sampai pengaturan lalu lintas itu nggak bisa dikerjain pakai sihir. Butuh perencanaan matang yang melibatkan banyak pihak.
Kita harus mulai memikirkan bagaimana caranya agar atlet merasa nyaman, suporter merasa aman, dan warga Surabaya tetap bisa beraktivitas dengan nyaman tanpa terganggu kemacetan yang parah. Ini tentang manajemen logistik dan infrastruktur yang presisi, layaknya arsitek yang sedang merancang gedung pencakar langit. Salah hitung sedikit, bisa berantakan semua.
Mengubah "Event Biasa" Menjadi "Festival Kota"
Bayangkan kalau Porprov 2027 bukan cuma milik para atlet. Tapi jadi festival yang dirayain seluruh warga. Ada pop-up market UMKM di sekitar venue, ada festival musik lokal yang manggung pas jam istirahat pertandingan, dan ada zona interaksi teknologi buat anak-anak muda.
Inilah yang dimaksud dengan kesuksesan penyelenggaraan. Sukses bukan cuma pas pembukaan kembang apinya bagus, tapi sukses adalah ketika semua orang yang datang merasa punya pengalaman seru yang layak diceritakan ke media sosial. Engagement itu penting banget di zaman sekarang. Kalau orang sudah posting foto keren di Instagram atau TikTok dengan latar belakang Porprov Surabaya, itu artinya kita sudah menang dalam mempromosikan kota ini secara gratis.
Kesimpulan: Surabaya Bisa, Asal…
Jadi, pesan dari Arif Fathoni ini sebenarnya sederhana tapi dalam: Jangan cuma puas dengan apa yang sudah ada. Surabaya punya potensi jadi kota yang disegani karena kemampuannya mengelola event besar. Kita punya sejarah, kita punya semangat, dan kita punya sumber daya manusia yang mumpuni.
Tinggal masalah keberanian untuk berinovasi dan kemauan untuk mulai bergerak dari sekarang. Kalau kita bisa memadukan semangat olahraga dengan kecanggihan hiburan, maka Porprov Jatim 2027 bukan lagi sekadar pesta olahraga, tapi akan jadi tonggak sejarah baru bagi Kota Surabaya.
Ingat, kota yang maju bukan cuma kota yang punya gedung tinggi, tapi kota yang bisa bikin warganya bangga dan tamunya terkesan. Mari kita pantau terus bagaimana langkah Pemkot Surabaya selanjutnya. Apakah mereka akan mengambil tantangan ini dan mengubahnya menjadi karya seni yang spektakuler, atau malah memilih jalur aman yang biasa saja?
Sebagai warga, tugas kita adalah mendukung dengan cara ikut berpartisipasi dan menjaga ketertiban. Kalau nanti Surabaya benar-benar sukses jadi tuan rumah dengan konsep sportainment yang ciamik, kita semua yang bakal bangga, kan? Jadi, mari kita buat Porprov 2027 menjadi ajang yang nggak akan dilupakan oleh siapa pun yang menginjakkan kaki di tanah Surabaya.
Yuk, siapkan energi dan kreativitas kalian, karena Surabaya siap "pamer" ke level berikutnya! Jangan lupa untuk terus update informasi seputar gaya hidup dan perkembangan kota agar kamu nggak ketinggalan tren positif yang lagi berkembang di sekitar kita. Sampai ketemu di kemeriahan Porprov 2027 nanti!
