
Jakarta – Kopi sering mendapat tambahan gula, krimer, susu, atau perisa agar rasanya lebih nikmat. Padahal, tambahan tersebut juga dapat meningkatkan jumlah kalori dan gula dalam secangkir kopi.
Menikmati kopi tanpa tambahan pemanis atau krimer bisa menjadi pilihan bagi orang yang ingin mengurangi asupan tersebut. Selain rendah kalori jika diminum polos, kopi juga mengandung berbagai senyawa bioaktif yang dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan.
Gastroenterolog asal California, Dr. Saurabh Sethi, turut menjelaskan berbagai potensi manfaat kopi hitam. Dikutip dari Hindustan Times, berikut sejumlah efek positif yang berkaitan dengan konsumsi kopi dalam jumlah wajar.
1. Baik untuk Kesehatan Hati
Salah satu organ yang disebut mendapat manfaat dari kebiasaan minum kopi adalah hati.
Menurut Dr. Sethi, konsumsi kopi secara rutin berkaitan dengan risiko lebih rendah mengalami sejumlah gangguan hati, termasuk fatty liver, fibrosis, dan sirosis.
Kopi mengandung polifenol serta antioksidan yang dapat membantu melawan stres oksidatif dan proses peradangan. Sejumlah penelitian juga menemukan hubungan antara kebiasaan minum kopi dan kadar enzim hati yang lebih baik.
Tidak hanya itu, konsumsi kopi juga dikaitkan dengan risiko kanker hati yang lebih rendah.
2. Berpotensi Menekan Risiko Kanker Hati
Kopi juga banyak diteliti terkait hubungannya dengan hepatocellular carcinoma (HCC), salah satu jenis kanker hati yang paling umum.
Sejumlah penelitian dan analisis berskala besar menemukan adanya hubungan antara peningkatan konsumsi kopi dengan penurunan risiko HCC. Salah satu analisis yang disebut Dr. Sethi menunjukkan konsumsi tambahan sekitar dua cangkir kopi per hari berkaitan dengan penurunan risiko kanker hati hingga lebih dari 35%.
Menariknya, efek serupa juga ditemukan pada kopi tanpa kafein. Hal tersebut menunjukkan bahwa manfaat kopi kemungkinan tidak hanya berasal dari kafein, tetapi juga dari berbagai senyawa bioaktif lainnya.
Meski demikian, hubungan tersebut tidak berarti kopi dapat mencegah kanker secara mutlak.
3. Membantu Menjaga Fungsi Otak
Secangkir kopi juga dapat memberikan efek pada fungsi otak, terutama dalam jangka pendek.
Kafein bekerja dengan meningkatkan kewaspadaan dan membantu seseorang merasa lebih fokus. Tidak heran jika kopi kerap dikonsumsi ketika seseorang membutuhkan tambahan energi atau konsentrasi.
Dalam jangka panjang, sejumlah penelitian observasional juga mengaitkan kebiasaan minum kopi dengan risiko lebih rendah terhadap penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
Kandungan antioksidan dalam kopi diduga ikut memberikan perlindungan terhadap sel dari kerusakan akibat stres oksidatif.
4. Berkaitan dengan Risiko Diabetes Tipe 2 yang Lebih Rendah
Kopi juga menarik perhatian dalam penelitian mengenai metabolisme dan diabetes.
Sejumlah penelitian menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi kopi memiliki risiko lebih rendah mengalami diabetes tipe 2. Salah satu studi besar menunjukkan setiap tambahan satu cangkir kopi per hari berkaitan dengan penurunan risiko diabetes sekitar 11%.
Sebaliknya, pengurangan konsumsi satu cangkir per hari dalam penelitian tersebut dikaitkan dengan peningkatan risiko sekitar 17%.
Namun, hasil penelitian pada orang yang sudah mengalami diabetes tidak selalu sama. Kopi, terutama kafein, dapat memberikan respons berbeda terhadap kadar gula darah dan insulin pada setiap orang.
Karena itu, penderita diabetes tetap perlu menyesuaikan konsumsi kopi dengan kondisi tubuh dan anjuran tenaga kesehatan.
5. Sumber Antioksidan
Selain kafein, kopi mengandung berbagai senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi membantu mengendalikan proses peradangan.
Polifenol dalam kopi dapat membantu tubuh menghadapi stres oksidatif, yaitu kondisi ketika jumlah radikal bebas lebih tinggi daripada kemampuan tubuh untuk menetralkannya.
Stres oksidatif dan peradangan kronis diketahui berkaitan dengan berbagai penyakit. Karena itu, senyawa bioaktif dalam kopi menjadi salah satu alasan minuman ini banyak diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan jangka panjang.
Potensi tersebut semakin menarik jika kopi dikonsumsi tanpa tambahan gula dalam jumlah berlebihan.
6. Mendukung Kesehatan Jantung dan Suasana Hati
Manfaat lain yang dikaitkan dengan konsumsi kopi adalah kesehatan jantung. Menurut Dr. Sethi, konsumsi kopi dalam jumlah moderat, sekitar 2-4 cangkir per hari, berkaitan dengan risiko gagal jantung dan stroke yang lebih rendah dalam sejumlah penelitian.
Kafein juga dapat memberikan efek stimulan sehingga membantu meningkatkan energi, kewaspadaan, dan konsentrasi. Sebagian orang bahkan merasa suasana hatinya menjadi lebih baik setelah minum kopi.
Sejumlah penelitian juga menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan risiko kematian yang lebih rendah akibat berbagai penyebab. Namun, temuan semacam ini umumnya berasal dari studi observasional sehingga tidak dapat langsung diartikan bahwa kopi menjadi penyebab seseorang hidup lebih lama.
Tetap Perhatikan Jumlah Konsumsinya
Meski memiliki berbagai potensi manfaat, kopi bukan berarti boleh dikonsumsi tanpa batas. Efek kopi dapat berbeda pada setiap orang, terutama pada mereka yang sensitif terhadap kafein.
Menambahkan terlalu banyak gula, krimer, atau sirup juga dapat meningkatkan kalori dan gula yang masuk ke tubuh.
Karena itu, jika ingin mendapatkan manfaat kopi sekaligus menjaga asupan tetap terkendali, kopi hitam tanpa tambahan gula berlebihan dapat menjadi salah satu pilihan.
Pada akhirnya, kopi sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari pola hidup sehat, bukan dianggap sebagai solusi tunggal untuk mencegah atau mengatasi penyakit.
