
Jakarta – Kopi dan teh memang menjadi pilihan minuman sehari-hari bagi banyak orang. Namun, waktu mengonsumsinya ternyata juga perlu diperhatikan. Ada momen tertentu ketika minum kopi atau teh justru berpotensi mengganggu tubuh.
Kopi dan teh diketahui memiliki sejumlah manfaat karena mengandung senyawa aktif dan kafein. Meski demikian, mengonsumsinya pada waktu yang kurang tepat dapat memengaruhi pencernaan, penyerapan nutrisi, hingga kualitas tidur.
Dikutip dari Food NDTV, ahli gizi Dr Dixa Bhavsar Savaliya menjelaskan beberapa waktu yang sebaiknya dihindari untuk menikmati kopi maupun teh. Berikut tiga di antaranya:
1. Ketika Perut Masih Kosong
Menjadikan kopi atau teh sebagai minuman pertama saat bangun tidur bukan pilihan yang ideal, terutama jika perut belum terisi makanan.
Keduanya mengandung kafein yang dapat memengaruhi tubuh ketika dikonsumsi tanpa asupan makanan. Menurut Dr Savaliya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi produksi kortisol, yaitu hormon yang berkaitan dengan respons tubuh terhadap stres.
Akibatnya, sebagian orang mungkin merasa lebih cemas atau tidak nyaman. Karena itu, sebaiknya isi perut terlebih dahulu sebelum menikmati minuman berkafein.
2. Bersamaan dengan Waktu Makan
Kopi atau teh juga sebaiknya tidak selalu dijadikan pendamping ketika sedang menyantap makanan.
Teh, khususnya, dapat mengganggu penyerapan zat besi apabila diminum terlalu dekat dengan waktu makan. Sementara konsumsi minuman berkafein saat makan juga dapat membuat sebagian orang mengalami ketidaknyamanan pada sistem pencernaan.
Untuk memberi waktu bagi tubuh mencerna makanan sekaligus menyerap nutrisinya dengan optimal, Dr Savaliya menyarankan memberikan jarak sekitar satu jam sebelum atau sesudah makan sebelum menikmati kopi maupun teh.
3. Sore Menjelang Malam
Kebiasaan menyeruput kopi atau teh pada sore hari juga perlu dipertimbangkan, terutama jika dilakukan setelah pukul 16.00.
Kafein dapat bertahan cukup lama di dalam tubuh dan berpotensi mengganggu waktu maupun kualitas tidur. Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, efeknya bahkan bisa terasa hingga malam hari.
Dr Savaliya menyarankan memberi jarak konsumsi kafein setidaknya 10 jam sebelum waktu tidur. Dengan begitu, tubuh memiliki waktu lebih panjang untuk memproses kafein sebelum beristirahat.
Batas Konsumsi Kopi dan Teh
Selain memperhatikan waktu, jumlah konsumsi kopi dan teh juga perlu dikendalikan. Indian Council of Medical Research (ICMR) menyebut kopi dan teh sama-sama mengandung kafein yang bekerja sebagai stimulan sistem saraf pusat.
Asupan kafein harian sebaiknya tidak melebihi sekitar 300 miligram. Sebagai gambaran, kopi seduh sebanyak 150 ml mengandung sekitar 80-120 mg kafein.
Sementara itu, kopi instan mengandung sekitar 50-65 mg kafein per cangkir, sedangkan teh menyediakan sekitar 30-65 mg kafein.
Jadi, bukan hanya jenis dan jumlahnya yang penting, waktu minum kopi dan teh juga perlu diperhatikan. Hindari mengonsumsinya ketika perut kosong, terlalu dekat dengan waktu makan, serta menjelang malam agar tidak mengganggu kenyamanan tubuh dan kualitas tidur.
