
Jakarta – Stroke termasuk kondisi serius yang terjadi ketika suplai darah menuju otak terganggu. Akibatnya, sel-sel otak tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi sehingga dapat mengalami kerusakan. Selain menjaga pola hidup aktif, pilihan makanan juga penting untuk membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan mengendalikan berbagai faktor risiko stroke.
Sejumlah nutrisi seperti lemak sehat, kalium, folat, magnesium, protein, dan senyawa antioksidan dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang. Dikutip dari Eating Well, berikut beberapa makanan yang dapat dimasukkan ke dalam menu sehari-hari untuk mendukung kesehatan jantung dan otak.
1. Pisang
Pisang sering dianggap kurang cocok untuk diet karena mengandung karbohidrat. Padahal, buah ini juga merupakan sumber kalium yang penting bagi tubuh.
Kalium berperan dalam membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali. Mengingat tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko stroke, memenuhi kebutuhan kalium melalui pola makan dapat membantu menjaga kesehatan kardiovaskular.
Penelitian yang dikaitkan dengan World Health Organization (WHO) juga menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi pisang secara rutin dan penurunan risiko stroke.
2. Salmon
Ikan berlemak seperti salmon menjadi pilihan yang baik karena mengandung asam lemak omega-3. Nutrisi tersebut diketahui memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Menurut ahli diet Vanessa King, M.S., RDN, salmon juga menyediakan vitamin B6 dan B12. Ketiga nutrisi tersebut berkaitan dengan kadar homosistein dalam darah, yang diketahui sebagai salah satu faktor yang berhubungan dengan risiko stroke.
Omega-3 pada salmon juga berperan dalam mendukung neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk beradaptasi dan membentuk kembali koneksi saraf.
3. Bayam
Sayuran hijau seperti bayam juga layak masuk dalam menu untuk mendukung kesehatan pembuluh darah. Bayam mengandung folat dan magnesium yang dibutuhkan tubuh.
Penelitian yang diterbitkan dalam Nutritional Epidemiology pada 2024 mengaitkan asupan kedua nutrisi tersebut dengan risiko stroke yang lebih rendah.
Selain itu, bayam mengandung kalium dan nitrat. Kalium membantu mendukung fungsi otot dan sel, sedangkan nitrat dapat berperan dalam membantu pelebaran pembuluh darah sehingga aliran darah tetap terjaga.
4. Makanan Berbahan Kedelai
Tahu, tempe, susu kedelai, dan edamame merupakan beberapa contoh makanan yang dapat menjadi sumber protein nabati.
Kedelai juga mengandung senyawa seperti isoflavon dan fitoestrogen yang berpotensi memberikan manfaat terhadap kesehatan pembuluh darah. Pola makan yang memasukkan protein kedelai juga dapat membantu mendukung pengelolaan tekanan darah dan kadar kolesterol.
Dengan menjaga tekanan darah dan kolesterol tetap dalam batas sehat, beberapa faktor yang berkontribusi terhadap risiko stroke dapat lebih terkontrol.
5. Kopi
Bagi penggemar kopi, minuman ini juga memiliki kandungan yang menarik dari sisi kesehatan. Selain kafein, kopi mengandung polifenol, termasuk asam klorogenat yang memiliki aktivitas antioksidan.
Senyawa tersebut dikaitkan dengan kesehatan pembuluh darah dan pengelolaan tekanan darah. Studi yang diterbitkan dalam Nutrients pada 2021 juga menemukan adanya kaitan antara sifat antioksidan kopi dan kesehatan kardiovaskular.
Namun, manfaat tersebut sebaiknya tidak menjadi alasan untuk menambahkan banyak gula atau pemanis ke dalam kopi. Konsumsilah dalam jumlah yang sesuai dengan kondisi dan toleransi tubuh.
Pada akhirnya, tidak ada satu makanan yang dapat menjamin seseorang terbebas dari stroke. Mengombinasikan makanan bergizi dengan aktivitas fisik, menjaga berat badan, tidak merokok, serta mengontrol tekanan darah dan kolesterol tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan.
