
Jakarta – Kebiasaan minum kopi ternyata kembali dikaitkan dengan kondisi kesehatan otak. Sebuah penelitian menemukan adanya hubungan antara konsumsi kopi dan performa kognitif yang lebih baik, termasuk pada orang yang mengonsumsi hingga lima cangkir dalam sehari.
Kopi selama ini kerap menjadi bahan perdebatan karena kandungan kafeinnya. Di satu sisi, kafein dapat memberikan efek stimulan dan membantu meningkatkan kewaspadaan. Namun, konsumsi berlebihan juga perlu diperhatikan karena dapat menimbulkan efek tertentu pada tubuh.
Karena itu, batas asupan kafein tetap menjadi hal penting. US Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan konsumsi kafein hingga 400 miligram per hari bagi kebanyakan orang dewasa. Jumlah tersebut secara kasar setara dengan sekitar 2-3 gelas kopi berukuran 350 mililiter, tergantung kadar kafeinnya.
Penelitian melihat kaitan kopi dengan fungsi kognitif
Temuan mengenai kopi dan kemampuan kognitif tersebut berasal dari penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association. Peneliti melihat hubungan antara kebiasaan mengonsumsi kopi dengan sejumlah indikator fungsi kognitif.
Penelitian ini menggunakan data dari Swiss Atrial Fibrillation Cohort Study (Swiss-AF). Lebih dari 2.400 orang yang telah didiagnosis mengalami fibrilasi atrium di Swiss ikut diamati.
Para peserta melaporkan kebiasaan konsumsi kopi mereka selama 12 bulan terakhir. Kopi yang diperhitungkan dalam penelitian tidak dicampur dengan pemanis, krimer, maupun perasa tambahan.
Hasil pengamatan menunjukkan adanya hubungan antara jumlah kopi yang diminum dengan performa pada sejumlah tes kognitif. Penilaian tersebut mencakup kemampuan memproses informasi, koordinasi visuomotor, hingga perhatian dan konsentrasi.
Lima cangkir kopi menunjukkan hasil menarik
Dalam analisis penelitian, peserta yang mengonsumsi kopi lebih banyak cenderung memiliki hasil pengujian kognitif yang lebih baik.
Peneliti bahkan menemukan bahwa kelompok yang minum kopi lebih banyak memiliki usia kognitif yang diperkirakan lebih muda sekitar 6,7 tahun dibandingkan kelompok tertentu dalam penelitian.
Konsumsi lima cangkir kopi per hari juga dikaitkan dengan penurunan penanda inflamasi hingga sekitar 20 persen.
Massimo Barbagallo, pemimpin penelitian dari University Hospital Zurich, mengatakan konsumsi kopi secara umum berkaitan dengan fungsi kognitif yang lebih baik pada orang sehat. Penelitian tersebut juga memperhatikan kaitan antara gangguan irama jantung seperti fibrilasi atrium dengan fungsi kognitif.
Hasil tidak banyak dipengaruhi usia dan jenis kelamin
Menariknya, para peneliti tidak menemukan perbedaan efek yang terlalu signifikan ketika mempertimbangkan beberapa faktor seperti usia dan jenis kelamin.
Jurg H. Beer, penulis senior dari University of Zurich, menyebut hasil penelitian menunjukkan pola hubungan yang cukup konsisten antara jumlah kopi yang dikonsumsi dan beberapa hasil pengujian kognitif.
Temuan ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang juga menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi kopi dan fungsi kognitif.
Belum bisa dianggap sebagai cara mencegah demensia
Meski hasilnya menarik, penelitian tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa minum lima cangkir kopi setiap hari dapat secara langsung mencegah demensia.
Hubungan yang ditemukan dalam penelitian tidak otomatis membuktikan bahwa kopi menjadi penyebab meningkatnya kemampuan kognitif. Masih diperlukan penelitian dengan pengamatan lebih panjang untuk mengetahui dampak konsumsi kopi dalam jangka waktu lama.
Peneliti juga menilai sejumlah faktor lain masih perlu dipelajari lebih mendalam. Salah satunya adalah perbedaan kebiasaan minum kopi di berbagai negara. Hal ini menjadi penting karena masyarakat Swiss, misalnya, cukup akrab dengan konsumsi espresso yang memiliki karakteristik berbeda dari jenis kopi lainnya.
Dengan demikian, kopi masih memiliki potensi menarik untuk diteliti terkait kesehatan otak dan fungsi kognitif. Namun, konsumsi sebaiknya tetap memperhatikan batas kafein dan kondisi tubuh masing-masing.
