
Jakarta – Memilih minuman sehari-hari juga perlu menjadi perhatian bagi orang yang memiliki tekanan darah tinggi. Sebab, kandungan tertentu dalam minuman dapat memengaruhi tekanan darah atau berinteraksi dengan obat yang sedang dikonsumsi.
Menjaga tekanan darah tetap terkendali penting untuk menurunkan risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk penyakit jantung dan stroke. Selain rutin beraktivitas dan menjaga pola tidur, pola makan serta minuman yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan.
Tidak semua minuman harus benar-benar dihindari. Namun, beberapa jenis sebaiknya dibatasi atau dihindari, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Dilansir dari Verywell Health, berikut empat minuman yang perlu diperhatikan oleh penderita hipertensi.
1. Alkohol
Konsumsi alkohol berlebihan dapat memberikan dampak kurang baik terhadap tekanan darah. Efeknya dapat muncul dalam pola yang berbeda pada waktu yang berlainan setelah alkohol dikonsumsi.
Dalam jumlah tinggi, alkohol dapat menyebabkan perubahan tekanan darah yang kemudian diikuti peningkatan pada waktu berikutnya. Walaupun kenaikannya tidak selalu besar, efek tersebut dapat menjadi perhatian jika terjadi berulang dalam jangka panjang.
American Heart Association (AHA) menyarankan penderita hipertensi untuk menghindari alkohol. Bagi orang yang tetap memilih untuk mengonsumsinya, AHA menyarankan batas maksimal dua gelas per hari untuk pria dan satu gelas per hari untuk wanita.
2. Minuman dengan Kafein
Kopi, minuman energi, dan sejumlah minuman lainnya mengandung kafein. Zat ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dalam jangka pendek, terutama pada orang yang sensitif terhadap kafein.
Kafein dapat memengaruhi tekanan darah karena merangsang pelepasan hormon adrenalin serta menghambat kerja adenosin yang membantu menjaga pembuluh darah tetap rileks.
Food and Drug Administration (FDA) menyebut konsumsi kafein hingga 400 miligram per hari umumnya masih berada dalam batas yang dapat diterima bagi orang dewasa.
Namun, bagi seseorang yang memiliki hipertensi, jumlah tersebut tetap perlu dipertimbangkan dan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
3. Minuman Tinggi Gula
Minuman dengan tambahan gula memang mudah ditemukan dan terasa menyegarkan. Sayangnya, terlalu sering mengonsumsinya dapat menjadi kebiasaan yang kurang baik bagi kesehatan tekanan darah.
Contohnya termasuk minuman bersoda, minuman kemasan, serta berbagai minuman yang menggunakan gula tambahan atau sirup.
Sejumlah penelitian yang dikutip Verywell Health menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi minuman berpemanis dengan peningkatan tekanan darah, terutama tekanan darah sistolik.
Asupan gula berlebihan juga dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan, peradangan kronis, dan diabetes. Berbagai kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.
Sebagai gantinya, pilih air mineral atau minuman tanpa tambahan gula. American Heart Association merekomendasikan agar gula tambahan dibatasi tidak lebih dari 6 persen dari total kalori harian. Jumlah tersebut setara dengan sekitar enam sendok teh gula untuk wanita dan sembilan sendok teh untuk pria.
4. Jus Grapefruit
Grapefruit sebenarnya merupakan buah yang mengandung berbagai zat gizi. Namun, jus grapefruit dapat menjadi perhatian khusus bagi orang yang sedang mengonsumsi obat tekanan darah.
Masalahnya bukan semata-mata karena buah tersebut dapat meningkatkan tekanan darah, melainkan kemungkinan terjadinya interaksi dengan obat tertentu.
Senyawa dalam grapefruit dapat menghambat kerja enzim CYP3A4 yang terdapat di usus. Enzim tersebut berperan dalam membantu memecah sejumlah obat.
Jika proses pemecahan obat terhambat, kadar obat yang masuk ke aliran darah dapat meningkat. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut dapat membuat efek obat menjadi terlalu kuat dan berpotensi menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah atau hipotensi.
Karena itu, penderita hipertensi yang sedang menjalani pengobatan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum rutin mengonsumsi grapefruit maupun jusnya.
Pilih Minuman dengan Lebih Bijak
Bagi penderita tekanan darah tinggi, menjaga pola minum sama pentingnya dengan memperhatikan makanan. Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tanpa tambahan gula maupun kafein.
Sementara itu, konsumsi minuman manis dan berkafein sebaiknya dibatasi sesuai kondisi tubuh. Alkohol juga perlu dihindari atau dibatasi secara ketat, sedangkan grapefruit perlu diperhatikan terutama jika dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu.
Perlu diingat, kebutuhan setiap orang dapat berbeda. Jika sedang menggunakan obat hipertensi, jangan menghentikan atau mengubah dosis obat hanya karena mengatur pola makan dan minuman tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
