
Jakarta – Teh serai dapat menjadi salah satu pilihan minuman herbal yang menyegarkan. Jika ingin menambah rasa manis, madu bisa dicampurkan ke dalamnya. Kombinasi keduanya juga kerap dikaitkan dengan manfaat untuk membantu menjaga tekanan darah.
Tekanan darah dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, tingkat stres, hingga kondisi kesehatan seseorang. Asupan makanan tinggi garam dan lemak, misalnya, dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi jika dikonsumsi secara berlebihan.
Selain memperhatikan pola hidup, sejumlah bahan alami juga sering diteliti karena berpotensi mendukung kesehatan kardiovaskular. Salah satunya adalah serai yang dapat dikonsumsi dalam bentuk teh.
Serai Berpotensi Membantu Menjaga Tekanan Darah
Serai tidak hanya digunakan sebagai bumbu masakan. Tanaman dengan aroma khas ini juga kerap diolah menjadi minuman herbal.
Mengutip Times of India, sejumlah penelitian menemukan adanya potensi teh serai dalam membantu menurunkan tekanan darah, terutama tekanan sistolik.
Dalam salah satu penelitian, orang yang mengonsumsi seduhan serai secara rutin mengalami penurunan tekanan darah sistolik. Sementara itu, perubahan pada tekanan diastolik terlihat lebih kecil.
Potensi tersebut diduga berkaitan dengan berbagai senyawa bioaktif yang terdapat dalam serai. Beberapa di antaranya adalah asam klorogenat, isoorientin, dan swertiajaponin.
Senyawa-senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang dapat membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Serai juga diketahui memiliki kandungan antioksidan yang cukup beragam. Antioksidan berperan dalam membantu melawan stres oksidatif, yang berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan, termasuk kondisi yang memengaruhi pembuluh darah.
Tambahkan Madu untuk Rasa yang Lebih Nikmat
Bagi yang kurang menyukai rasa serai yang kuat, madu dapat menjadi pilihan pemanis alami. Selain memberikan rasa manis, madu juga memiliki berbagai senyawa bioaktif yang telah diteliti terkait kesehatan jantung dan tekanan darah.
Salah satu penelitian yang membahas manfaat madu adalah studi berjudul “Honey’s Ability to Reduce Blood Pressure and Heart Rate in Healthy Male Subjects”.
Dalam penelitian tersebut, para partisipan pria sehat diberikan madu sebanyak 20 mililiter. Tekanan darah mereka kemudian diperiksa menggunakan sphygmomanometer pada beberapa waktu setelah konsumsi.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan tekanan darah setelah mengonsumsi madu. Penurunan mulai terlihat pada pemeriksaan 15 menit dan kemudian diamati kembali pada waktu berikutnya.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa madu memiliki potensi untuk memengaruhi tekanan darah dan detak jantung. Namun, penelitian tersebut dilakukan pada kelompok tertentu sehingga hasilnya belum tentu berlaku untuk semua orang.
Teh Serai Madu Bukan Pengganti Obat Hipertensi
Mengonsumsi teh serai dengan madu dapat menjadi alternatif minuman yang menyegarkan sekaligus melengkapi pola hidup sehat. Kandungan senyawa alami pada serai dan madu memang memiliki potensi yang berkaitan dengan kesehatan kardiovaskular.
Meski demikian, minuman ini tidak bisa dianggap sebagai obat untuk mengatasi hipertensi. Bukti mengenai efeknya terhadap tekanan darah pada manusia masih terbatas dan diperlukan penelitian lebih lanjut.
Bagi orang yang memiliki tekanan darah tinggi, langkah utama tetap berupa pola makan seimbang, membatasi asupan garam, rutin beraktivitas fisik, menjaga berat badan, serta mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter.
Jika ingin menambahkan madu ke dalam teh serai, konsumsilah secukupnya karena madu tetap mengandung gula dan kalori.
